Shalom..., Selamat Datang di GBI House Of Grace ~ Rayon 3

Renungan

KELAHIRAN BARU, KELAHIRAN SEMI MUKJIZAT

“Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembiralah dengan sorak-sorai dan memekiklah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin!” Yesaya 54:1

Di dalam kitab Yesaya, kelahiran yang baru/penciptaan yang baru dapat dihubungkan kepada 2 hal, yaitu:
1. Kelahiran/Penciptaan Tubuh Kristus Di Dalam Kandungan Perawan Maria
Dimulai dari Yesaya 7, 9 dan ditutup dengan Yesaya 53. Hanya penciptaan/kelahiran tubuh Kristus lah yang dapat membebaskan umat manusia dari belenggu dosa; seperti yang dicatat di dalam kitab Ibrani 10:5-10.
Untuk menolong masalah manusia yang lain tidak diperlukan inkarnasi, tetapi untuk membebaskan manusia dari dosa perlu pengorbanan tubuh Kristus.
2. “Kelahiran Baru/Regenerasi” Bangsa Israel
Hal ini mengacu kepada sederetan peristiwa yang dimulai dari pengumpulan/pengembalian bangsa Israel dari pengembaraan mereka. Kelahiran mereka kembali sebagai suatu entitas politik (bangsa) dan ditutup oleh kelahiran baru Israel secara rohani. (Yesaya 66:8)

Berdasarkan kedua poin besar di atas maka gereja Tuhan dapat mengutip proses kelahiran baru ini sebagai mengalami suatu mukjizat ‘baru’ yang belum pernah dialami sebelumnya tetapi telah dijanjikan oleh Tuhan menjadi bagian kita. (sebagai contoh Yesaya 54:1)

Memang inkarnasi Tuhan Yesus adalah suatu konsep yang penuh misteri dan keagungan, oleh sebab itu di dalam Alkitab dicatat kelahiran empat orang yang bersifat semi mukjizat karena meskipun mereka masih merupakan kelahiran secara jasmani, tetapi konteks terjadinya mereka adalah begitu sulit sehingga hampir tidak mungkin terjadi. Mereka adalah:
1. Kelahiran Ishak (Kejadian 18:1-15)
2. Kelahiran Samson (Hakim-Hakim 13)
3. Kelahiran Samuel (1 Samuel 1 & 4)
4. Kelahiran Yohanes Pembaptis (Lukas 1:1-25)

Kelahiran Semi Mukjizat
Dari keempat kisah tersebut di atas, kita dapat melihat ada empat hal yang dapat kita pelajari jika kita ingin mengalami kelahiran hal-hal yang baru dalam kehidupan kita.

Kelahiran semi mukjizat memerlukan:
1. Tingkat Keintiman Dengan Tuhan yang Tinggi
Abraham tidak tahu identitas dari ketiga tamu yang mengunjunginya di pohon tarbantin di Mamre, demikian pula Manoah ayah Simson. Mereka tidak tahu bahwa mereka sedang dikunjungi oleh MALAIKAT TUHAN; yang adalah Tuhan Yesus sendiri di dalam Perjanjian Lama. Mereka tidak tahu; siapakah yang sedang mereka hadapi, TUHAN atau manusia, tetapi mereka bertindak dengan ketaatan terhadap dorongan yang ada di hati mereka, yaitu dengan mempersembahkan korban.
Demikian pula dalam kehidupan kita, kadang-kadang kita tidak tahu di dalam suasana yang kita hadapi, apakah ini rencana Tuhan atau manusia. Tetapi jika kita bergaul intim dengan Tuhan maka Tuhan akan memimpin kita di jalan yang benar.

2. Janji Tuhan yang Diterima Dengan Suasana Hati yang Penuh Iman
Abraham percaya kepada janji Allah, demikian pula Manoah dan Hanna. Hanya Zakharia kelihatannya agak meragukan janji Tuhan sehingga malaikat Gabriel terpaksa membungkam suaranya selama sembilan bulan supaya jangan ketidakpercayaan Zakharia menggugurkan janji Tuhan bagi hidupnya. Hanna menerima janji Tuhan dari mulut imam Eli. Ini memerlukan sensitifitas tingkat tinggi; karena memang secara manusia imam Eli sudah kehilangan respek Allah dan manusia.
Ada dua hal di dalam kehidupan imam Eli menandai hal tersebut:
a. Badannya Sudah Terlalu Gemuk
Sehingga ia harus diberikan pengecualian; satu-satu nya orang yang dibuatkan kursi di dalam kemah pertemuan.
b. Matanya Sudah Rabun
Secara profetik kedua hal ini melambangkan kompromi yang sedang terjadi di dalam kehidupan imam Eli.
Namun telinga imam Eli masih tajam untuk mendengarkan suara Tuhan. Dan pada tahun itu mulut iman Eli lah yang dipakai untuk membuka kandungan Hanna.

3. Kesetiaan Dalam Menantikan Waktu Tuhan
Semua mukjizat yang lain bisa Tuhan lakukan dengan seketika itu juga. Tetapi mengenai kelahiran; bahkan Tuhan pun tunduk kepada hukum pengandungan di dalam keempat cerita tersebut, Tuhan terus menerus berkata: “Tahun depan engkau akan melahirkan.”
Seringkali di dalam menantikan “jatuh temponya” janji Tuhan, kita harus melihat prinsip tersebut. Semakin besar makhluk yang dikandung, semakin lama pula waktu mengandungnya. Tetapi ketika bayi yang dinantikan dilahirkan, maka semua rasa sakit dalam persalinan dan penantian akan hilang ditelan oleh sukacita karena kelahiran yang penuh mukjizat.

4. Tingkat Dedikasi yang Luar Biasa
Dari keempat kelahiran tersebut, tiga diantaranya yaitu Samson, Samuel, Yohanes Pembaptis adalah nazir Allah. Artinya mereka 100% mendedikasikan kehidupannya untuk mengabdi kepada Tuhan. Kedua orang tua mereka tidak boleh mengambil keuntungan dari kehidupan mereka, bahkan harus mengajarkan kepada mereka; hidup yang dibaktikan sepenuhnya kepada Tuhan. Ishak memang bukan seorang nazir Allah. Itulah sebabnya mengapa Allah meminta Abrahan untuk “mempersembahkan” Ishak kepada Tuhan.
Di dalam hal ini yang gagal justru adalah orang tua Simson. Simson gagal hidup sebagai seorang nazir Allah. Ia melanggar semua ketentuan seorang nazir Allah. Hanya oleh anugerah Tuhan sajalah ia berhasil “menebus” kembali kehidupannya. Semoga Simson bukanlah menjadi gambaran dari generasi Yeremia yang sedang kita rindukan kelahirannya.

Tahun 2019 adalah Tahun Kelahiran yang Baru. Tahun kelahiran semi mukjizat berfungsi untuk menyatakan kepada dunia bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang peduli dan sanggup menyelamatkan seluruh umat manusia di dalam segala keadaan. Dunia yang terhilang belum tentu dapat secara otomatis mengerti pentingnya inkarnasi Kristus, untuk itulah keempat kelahiran semi mukjizat ini menjadi ilustrasinya.
Tuhan akan melahirkan mukjizat yang baru dalam kehidupan kita. Bukan hanya untuk memberkati kita dan menolong kita dari masalah tetapi untuk menyatakan kepada dunia bahwa Yesus Kristus mengasihi mereka, peduli kepada mereka, bukan hanya menolong, tetapi bahkan sanggup menyelamatkan mereka. (AL)









 

BACK..