Kisah Para Rasul 2:1-4, “Ketika tiba hari Pentakosta , semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus , lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”
Setelah kita merayakan hari Kenaikan Tuhan Yesus ke surga maka peristiwa penting berikutnya adalah hari Pentakosta. Istilah Pentakosta adalah dari asal kata bahasa Yunani yaitu “pentekoste“ yang artinya adalah hari yang kelima puluh, ada apa dengan hari kelima puluh? Sebelum Yesus naik ke sorga Ia makan bersama dengan murid-murid-Nya dan Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem dan menyuruh mereka tinggal di situ untuk menantikan janji Bapa yaitu baptisan Roh Kudus. (Kisah Para Rasul 1:4).

Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan, saya ingin bersama-sama Saudara menyanyikan sebuah lagu lama yang baru saja Tuhan ingatkan kembali untuk dinyanyikan. Sebuah lagu yang pernah sangat berarti dalam kehidupan saya pada waktu itu:
Yohanes 19:29, “Di situ ada sebuah mangkuk penuh dengan air anggur yang asam. Maka sebuah bunga karang dicelupkan ke dalam air anggur itu, dan dicucukkan pada setangkai hisop, lalu diulurkan ke bibir Yesus”.
“...supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. “ (Roma 6:3-5)
Ada seorang wartawan mengatakan: “We live in a nation that Doctors destroy health, lawyer destroy justice (meskipun mereka orang Kristen), University destroy knowledge, Government destroy freedom, Press destroy information, Religion destroy moral, Bank destroy economic.” Merenungkan kenyataan ini kita prihatin dan kita sungguh-sungguh perlu berpaling kepada Tuhan.






















