Shalom..., Selamat Datang di GBI House Of Grace ~ Rayon 3

Renungan

PENGANGKATAN GEREJA

TPengangkatan (rapture) adalah sebuah peristiwa masa depan yang telah dinubuatkan di dalam Akitab yaitu ketika Tuhan Yesus datang untuk menjemput Gereja-Nya. Pengangkatan ini bukanlah satu-satunya peristiwa rapture yang pernah terjadi. Sesungguhnya, telah terjadi beberapa peristiwa pengangkatan di dalam Alkitab: pengangkatan Henokh (Kejadian 5:24), Elia (2 Raja-raja 2:1,11) dan kenaikan Tuhan Yesus ke sorga setelah kebangkitan-Nya dari kematian (Kisah Para Rasul 1:9-11).
Peristiwa pengangkatan Gereja terjadi dalam sebuah rangkaian proses seperti yang tertulis dalam 1 Tesalonika 4:13-18:

1. Tanda diberikan, yaitu seruan penghulu malaikat dan bunyi sangkakala
(1 Tesalonika 4:16)
2. Tuhan Yesus turun dari Sorga
(1 Tesalonika 4:16)
3. Orang percaya yang telah mati akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan yang tidak dapat binasa (1 Tesalonika 4:16; 1 Korintus 15:52)
4. Orang percaya yang masih hidup akan diubah mengenakan tubuh kemuliaan yang tidak dapat binasa (1 Korintus 15:52-53)
5. Orang percaya akan dibangkitkan dari kematian dan yang masih hidup akan bersama-sama diangkat menyongsong Tuhan Yesus di angkasa (1 Tesalonika 4:17a)
6. Orang percaya akan bersama dengan Tuhan di Sorga (1 Tesalonika 4:17b; Yohanes 14:2-3)

Mengapa Pengangkatan Terjadi dan Siapa yang Akan Diangkat?
Dalam Kitab Wahyu 3:7-13, kita menemukan bahwa Tuhan akan melindungi jemaat Filadelfia dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia (Ayat 10). Kata ‘Pencobaan’ berasal dari kata Yunani “Peirasmos” yang berarti “tribulasi, pencobaan, bencana, kesusahan”. Pencobaan atau sengsara besar yang akan terjadi tersebut melebihi pencobaan besar yang telah terjadi pada masa-masa sekarang ini. Pada masa itulah murka Allah dinyatakan atas penduduk bumi yang memberontak kepada Allah (Wahyu 6:16-17)

Jemaat Filadelfia merupakan jemaat yang sepenuhnya berkenan kepada Tuhan; ditandai dengan tidak ada satu hal pun dari aspek kehidupan mereka yang ditegur Tuhan. Jemaat ini adalah gambaran dari Gereja yang akan dilindungi dari masa sengsara besar dengan cara pengangkatan. Orang-orang yang berkenan kepada Tuhan seperti jemaat Filadelfia adalah mereka yang:

1. Menuruti (taat melakukan) Firman Allah (Ayat 8, 10)
2. Tidak menyangkal nama Tuhan (Ayat 8)
3. Tekun menanti-nantikan Tuhan (Ayat 10)
4. Berpegang teguh akan keyakinan/iman kepada Tuhan (Ayat 11)
5. Menjadi pemenang (Ayat 12)

Tuhan telah menyediakan tempat bagi kita, supaya nanti kita akan bersama dengan Dia di Sorga bukan di bumi ini. Mereka yang sudah diangkat tidak akan mengalami kesusahan besar yang merupakan penghukuman Allah bagi orang-orang yang menolak Dia. Kita tidak ditetapkan untuk ditimpa murka Allah, selama hidup kita berkenan kepada-Nya seperti jemaat Filadelfia. (Yohanes 14:2-31, Tesalonika 5:9)

Kapan Terjadinya Pengangkatan Jemaat?
Dalam hal waktu, pengangkatan jemaat siap terjadi sewaktu-waktu (imminent). Konsep imminence berarti bahwa tidak ada tanda pasti yang harus terjadi sebelum pengangkatan, kecuali seruan penghulu malaikat yang sesungguhnya tidak bisa dijadikan “tanda” karena pengangkatan terjadi dalam sekejap mata setelah seruan dan sangkakala terdengar. Hal ini sesuai dengan perkatan Tuhan Yesus sendiri bahwa “hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.” (Matius 24:36)

Hari-hari ini kita melihat sebuah gejala keingintahuan yang sangat besar – dan cenderung tidak sehat – atas waktu kedatangan Tuhan. Perkataan Yesus tentang ketidaktahuan-Nya tidak bisa mencegah banyak kalangan untuk memperkirakan saat kedatangan-Nya.
Beberapa alasan yang dipakai oleh mereka yang bersikukuh ‘meramal’, antara lain:
1. Yang tidak diketahui dalam Matius 24:36 adalah “hari” (day) atau “saat” (hour).
Jadi sah-sah saja untuk meramal “musim” kedatangan-Nya. Jika demikian halnya, bolehkah kita meramal tahun, dekade, atau abad kedatangan-Nya? Meramal waktu dalam bentuk apapun sesungguhnya melanggar konsep imminence (siap terjadi sewaktu-waktu).
2. Ketidaktahuan Yesus pada waktu itu adalah karena Ia belum naik ke sorga dan ditinggikan di sebelah kanan Bapa.
Mereka beranggapan bahwa sekarang Tuhan Yesus telah ada di sorga sehingga Dia sudah tahu akan waktu kedatangan-Nya, tentunya Dia akan memberitahukan hal yang sangat penting tersebut kepada hamba-hamba-Nya. Sebuah alasan yang kelihatannya masuk akal, akan tetapi Alkitab tidak menulis apapun tentang hal tersebut! Jadi, hal manakah yang lebih kita turuti: yang jelas tertulis atau yang tidak tertulis?

Kita tidak tahu, kapan Ia akan datang kembali. Karenanya, Ia memerintahkan dan menasihati kita untuk terus BERJAGA-JAGA. Berjaga-jaga agar hidup kita selalu sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan. Orang yang demikian akan diberikan upah yaitu mahkota kehidupan, hidup bersama-sama dengan Tuhan Yesus di Kerajaan Sorga. “dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari Sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.” (1 Tesalonika 1:10) Amin (HT)








 

BACK..