
MENGUCAP SYUKURLAH DALAM SEGALA HAL

Shalom Saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus!
Pada tanggal 17 Agustus 2026 ini, kita merayakan ulang
tahun Kemerdekaan RI yang ke 81. Tuhanlah yang
memberikan kemerdekaan bagi Indonesia dari segala bentuk
penjajahan. Dirgahayu Republik Indonesia!
Seperti yang saya katakan sejak tahun 2025 bahwa keadaan
dunia sedang tidak baik. Kita berada dalam tahun yang
sukar, sulit, peperangan, bencana alam, ketidakpastian,
krisis ekonomi yang semakin intens. Ini juga berdampak
terhadap Indonesia.
Kita harus banyak berdoa untuk Indonesia.
Janji Tuhan dalam 2 Tawarikh 7:13-14,
“Bilamana Aku menutup langit, sehingga tidak ada hujan,
dan bilamana Aku menyuruh belalang memakan habis hasil
bumi, dan bilamana Aku melepaskan penyakit sampar di
antara umat-Ku, dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku
disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku,
lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku
akan mendengar dari sorga dan akan mengampuni dosa
mereka, serta memulihkan negeri mereka.”
Haleluya!!
Sesuai dengan apa yang tertulis dalam Yeremia 29:7, maka
kita harus mengusahakan kesejahteraan kota, negara
dimana kita tinggal, dan berdoa untuk kota dan negara
itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah
kesejahteraan kita semua.
KEMERDEKAAN DARI DOSA
Bulan Agustus ini adalah yang bulan bersejarah bagi
bangsa Indonesia. Tuhan juga mengingatkan kepada kita
orang percaya, bahwa kita sudah dimerdekakan juga dari
penjajahan hukum dosa dan hukum maut.
2 Korintus 3:17 TB2,
“Sebab, Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Tuhan, di
situ ada kemerdekaan.”
Kita sebagai orang percaya adalah orang merdeka karena
Roh Tuhan ada di dalam kita.
Haleluya!
1 Korintus 6:19-20 TB2,
“Atau tidak tahukah kamu bahwa tubuh kamu semua adalah
bait Roh Kudus yang tinggal di dalam kamu, Roh yang kamu
peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu
sendiri? Sebab, kamu telah dibeli dan harganya telah
lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan
tubuhmu!”
Dalam Roma 10:9-10 dikatakan, pada saat kita mengaku
dengan mulut bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan dengan
hati kita percaya bahwa Allah telah membangkitkan Dia
dari antara orang mati, maka akan diselamatkan. Sebab
dengan hati orang percaya sehingga dibenarkan, dan
dengan mulut orang mengaku sehingga diselamatkan.
Sebagai orang percaya dan sudah diselamatkan, maka kita
adalah bait Roh Kudus, yang tinggal di dalam kita. Roh
yang diperoleh dari Allah.
Tubuh ini bukan milik kita sendiri tetapi milik Tuhan
Yesus. Mengapa? Sebab kita sudah dibeli dari tangan
Iblis dengan darah Tuhan Yesus dan harganya sudah lunas
dibayar. (Wahyu 5:9; Kisah Para Rasul 26:18; Kolose
1:13-14)
Ya, sebelum kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita di
bawah kekuasaan iblis. Setelah menjadi orang percaya,
kita adalah milik Tuhan Yesus. Karena itu kita harus
memuliakan Allah dengan tubuh kita.
Roma 12:1 TB2,
“…oleh kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya
kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang
hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: Itulah
ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa
dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan
budimu, sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak
Allah: Apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya dan
sempurna.”
Segala yang kita miliki adalah milik Tuhan Yesus. Karena
itu kita harus memuliakan Allah dengan apa yang kita
miliki.
Amsal 3:9-10 TB,
“Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil
pertama dari segala penghasilanmu, maka
lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai
melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap
dengan air buah anggurnya.”
Ini adalah persembahan sulung.
MENJADI PEMENANG
Saya katakan sekali lagi, sejak tahun 2025 Tuhan
mengingatkan kita tentang keadaan dunia. Saya
terus-menerus mengingatkan hal ini. Kita sedang memasuki
keadaan yang sukar, sulit, peperangan, bencana alam,
ketidakpastian, krisis ekonomi yang akan semakin intens.
Memasuki tahun 2026, keadaan ini semakin parah sampai
dengan hari ini.
Keadaan tidak akan bertambah baik sebab kita sedang
menuju masa pencobaan yang akan datang ke seluruh dunia
untuk mencobai mereka yang ada di dalam dunia ini
seperti yang Tuhan Yesus katakan kepada jemaat di
Filadelfia.
Dalam referensi Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan
seri The Full Life Study Bible tentang perkataan Tuhan
Yesus kepada jemaat di Filadelfia; untuk melindungi
mereka yang menuruti firman Tuhan untuk tekun menantikan
kedatangan Tuhan, dikatakan bahwa kita yang menantikan
kedatangan Tuhan yang menjadi pemenang sebelum hari
pencobaan itu tiba. Kita akan dilindungi melalui
Pengangkatan. Haleluya!
Karena itu kita harus menjadi pemenang seperti yang
Tuhan Yesus katakan kepada jemaat di Filadelfia,
“Siapa yang bertelinga hendaklah mendengarkan apa yang
dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”
Barangsiapa menang, artinya yang taat melakukan apa yang
dikatakan oleh Roh kepada jemaat-jemaat, maka ia akan
masuk surga.
MENGUCAP SYUKUR DALAM SEGALA SITUASI
Situasi dunia seperti sekarang ini membuat banyak di
antara kita - terutama anak-anak muda yang mengalami
depresi, frustrasi. Ada beberapa di antara mereka yang
punya niatan untuk bunuh diri.
Tuhan berpesan kepada kita melalui Filipi 4:6 TB2 ,
“Janganlah khawatir tentang apa pun juga, janganlah
khawatir tentang apa pun juga tetapi nyatakanlah dalam
segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan
permohonan dengan ucapan syukur.”
Banyak di antara kita pasti melakukan doa dan permohonan,
tetapi banyak yang tidak disertai dengan ucapan syukur.
1 Tesalonika 5:18 TB2,
“Ucapkanlah syukur dalam segala hal. Sebab, itulah yang
dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”
Kalau keadaannya sedang baik, untuk mengucap syukur itu
mudah. Tetapi kalau keadaan sedang tidak baik; apalagi
di dalam tekanan yang berat, untuk mengucap syukur tidak
mudah.
Tetapi kalau kita mau melihat mujizat Tuhan terjadi
dalam kehidupan kita, maka kita harus melakukan yang
dikehendaki oleh Tuhan Yesus Kristus bagi kita, yaitu
mengucap syukur dalam segala hal; enak maupun tidak enak.
Waktu Tuhan memanggil saya menjadi hamba Tuhan, berkali-kali
saya menolak, tapi Tuhan tidak tinggal diam. Rencana
Tuhan harus terjadi dalam kehidupan saya.
Supaya saya mau menjadi hamba Tuhan, Tuhan memaksa saya
sampai akhirnya saya menyerah.
Cara Tuhan adalah; saya dibuat bangkrut dalam pekerjaan
saya. Apa saja yang saya usahakan hancur. Jadi saya
tidak punya pilihan lain, kecuali hanya taat kepada
panggilan-Nya. Tuhan hanya berkata kepada saya: Ikut Aku!
Saya tidak punya pengalaman apa-apa untuk melayani
pekerjaan Tuhan. Modal yang saya punya saya hanya bisa
menyanyi dan main gitar. Terus terang saya kebingungan
dan sangat tertekan. Sampai puncaknya saya hanya berkata
kepada Tuhan bahwa saya tidak kuat lagi.
Pada saat itu saya ingat saya duduk di lantai. Tiba-tiba
Tuhan berkata kepada saya: “Niko, dalam keadaan seperti
ini hendaknya kamu mengucap syukur.” Pada awalnya saya
tidak bisa mengerti kenapa saya harus melakukan itu.
Tetapi Tuhan Yesus berbicara seperti itu: “Niko, dalam
keadaan seperti ini hendaknya kamu mengucap syukur.”
Saya pada waktu itu mengambil gitar dan keluarlah lagu
ini: Sgala puji syukur hanya bagiMu Tuhan… disertai
dengan tangisan saya menyanyikan lagu ini… Sebab Kau
yang layak dipuja. Kami mau bersorak tinggikan namaMu.
Haleluya
Saudara, asal mulanya lagu ini tidak seperti ini
temponya. Sekarang kita menyanyikan dengan sukacita.
Tapi pada waktu itu, saya nyanyinya tidak seperti ini;
dengan terbata-bata disertai tangisan. Saya terus s’gala
puji… Saudara, ini untuk pertama kalinya saya mengucap
syukur dalam keadaan yang tidak enak.
Saya percaya kalau saya ada sebagaimana saya ada seperti
sekarang ini salah satunya karena saya melakukan
perintah Tuhan untuk mengucap syukur dalam segala hal
enak maupun tidak enak.
Saya mau katakan sesuatu: Ada kuasa dalam pengucapan
syukur. Banyak orang yang mengalami mujizat-mujizat
dengan mengucap syukur dalam segala hal.
Ada yang mengalami seperti yang terdapat dalam 1
Korintus 2:9,
“Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak
pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah timbul di
dalam hati manusia: yang disediakan Allah bagi mereka
yang mengasihi Dia."
Hari-hari ini, saya terus menerus dengan bertalu-talu
minta kepada Tuhan untuk lebih mengerti akan isi hati
Tuhan, lebih mengerti akan tuntunan Tuhan untuk
kehidupan ini.
Tuhan menjawab dalam Yeremia 33:3 TB2,
“Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan
akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan
tidak terpahami, hal-hal yang tidak kau ketahui.”
Saya banyak berseru dalam doa, pujian dan penyembahan
bersama-sama dalam unity siang dan malam.
Tuhan memberikan pengertian tentang tema Tahun 2026
adalah Tahun Amanat Agung.
Begitu memasuki tahun Amanat Agung, keadaan dunia menuju
kepada keadaan tidak baik lebih lagi.
Untuk menyelesaikan Amanat Agung yaitu untuk supaya
Injil diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian
bagi semua bangsa, supaya kita memuridkan bangsa-bangsa,
goncangan-goncangan harus terjadi.
Tema Tahun 2026 Tahun Amanat Agung. Ini untuk
mengingatkan bahwa kedatangan Tuhan Yesus sudah sangat
dekat. Tuhan Yesus berkata: “Aku datang segera!”
Menyelesaikan Amanat Agung itu harus dengan pola Tuhan
Yesus, seperti yang terdapat dalam Kisah Para Rasul.
Disitu dituliskan bahwa ada 3 (tiga) langkah untuk
menyelesaikan Amanat Agung, yaitu::
1. LANGKAH 1: Harus Menerima Kuasa Roh Kudus
Waktu Tuhan Yesus akan naik ke surga, Dia memberikan
pesan yang terakhir kepada murid-murid-Nya dalam Kisah
Para Rasul 1:8,
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun
ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di
Yerusalem, dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai
ke ujung bumi.”
Penyelesaian Amanat Agung dimulai dari Yerusalem,
kemudian seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung
bumi.
Setelah itu Tuhan Yesus naik ke surga, 120 murid
berkumpul di kamar loteng di Yerusalem.
Apa yang mereka lakukan untuk menantikan pencurahan Roh
Kudus? Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa
bersama-sama, artinya mereka berdoa, memuji dan
menyembah Tuhan dalam unity, siang dan malam. Ini adalah
prinsip Restorasi Pondok Daud. Ini adalah prinsip Menara
Doa.
10 hari setelah melakukan ini, pada hari raya Pentakosta,
tiba-tiba terdengarlah bunyi seperti tiupan angin keras
memenuhi ruangan itu, dan tampaklah lidah-lidah seperti
nyala api yang bertebaran dan hinggap pada kepala mereka
masing-masing. Mereka dipenuhi Roh Kudus. Mereka
berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain seperti yang
diberikan oleh Roh Kudus itu kepada mereka untuk
dikatakan. Itu adalah Bahasa Roh.
Apa yang terjadi setelah murid-murid dipenuhi dengan Roh
Kudus?
a. Pertama, Petrus berkhotbah mungkin sekitar 5 menit,
3.000 orang bertobat dan dibaptis
b. Kedua, mereka dipakai Tuhan untuk menyatakan
tanda-tanda dan mukjizat sehingga banyak orang yang
bertobat.
c. Ketiga, cara hidup mereka berubah sehingga banyak
orang yang bertobat.
Perubahan-perubahan yang terjadi dalam cara hidup jemaat
yang membuat banyak orang bertobat, adalah:
a. Yang pertama: Mereka bertekun dalam pengajaran
rasul-rasul. Bagi kita ini juga bisa diartikan mereka
suka membaca Alkitab
b. Yang kedua: Mereka suka berdoa dan hidup dalam unity
c. Yang ketiga: Mereka suka memberi
d. Yang keempat: Mereka suka memuji Allah dan bergembira,
tulus hati atau hidup berintegritas.
Alkitab katakan bahwa mereka disukai semua orang dan
tiap-tiap hari jumlah orang yang diselamatkan bertambah.
Haleluya!!
2. LANGKAH KEDUA, Melalui Aniaya
Setelah Stefanus dibunuh terjadi aniaya bagi pengikut
Kristus. Kecuali para rasul, mereka lari ke Yudea dan
Samaria sambil memberitakan Injil.
Jadi awalnya Amanat Agung hanya terjadi di Yerusalem,
untuk sampai ke Yudea dan Samaria mereka harus mengalami
aniaya. Mereka tadinya ada di zona nyaman di Yerusalem.
Siapa yang tidak mau menjadi orang Kristen dengan
keadaan yang seperti itu. Tetapi Amanat Agung belum
selesai. Sebab selain Yerusalem, Amanat Agung harus
terjadi di Yudea dan Samaria. Supaya mereka mau
menyelesaikan Amanat Agung sampai Yudea, dan Samaria,
Tuhan izinkan aniaya terjadi. Metode ini tetap terjadi
sampai hari ini. Aniaya terhadap gereja masih diizinkan
supaya Amanat Agung selesai.
3. LANGKAH YANG KETIGA, Perubahan Paradigma dalam
Pelayanan
Tadi dikatakan bahwa Amanat Agung dimulai dari Yerusalem,
ke Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.
Pada waktu itu pengertian keselamatan hanya untuk orang
Yahudi saja. Karena itu Amanat Agung hanya di Yerusalem,
Yudea dan Samaria saja. Untuk supaya sampai ke ujung
bumi artinya supaya bangsa-bangsa lain juga mendapatkan
keselamatan, maka Tuhan memberikan keselamatan untuk
orang yang bukan Yahudi yaitu Kornelius.
Pada awalnya mereka tidak bisa menerima akan hal ini
tetapi dengan berjalannya waktu akhirnya mereka bisa
mengerti bahwa keselamatan bukan hanya untuk orang-orang
Yahudi saja, tetapi untuk semua bangsa termasuk bangsa
Indonesia. Haleluya!.
Hari-hari ini kita banyak melihat perubahan paradigma
dalam pelayanan untuk menyelesaikan Amanat Agung
termasuk:
a. Membuka gereja baru dimana tempat yang dipakai bukan
hanya di gedung gereja saja
b. Cara ibadah dengan doa, pujian dan penyembahan
termasuk bahasa Roh untuk memuji dan menyembah Tuhan.
c. Juga Tuhan memberikan pengertian tentang Pentakosta
Ketiga
d. Tuhan memberikan visi kepada gereja - gereja untuk
target menyelesaikan Amanat Agung tahun 2033
e. Juga penggunaan media online secara meluas
Semua ini untuk menyelesaikan Amanat Agung.
Setelah itu sesuai dengan Matius 24:14 TB
“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh
dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu
barulah tiba kesudahannya.
Tuhan Yesus datang kembali. Maranatha! Tuhan Yesus
datanglah segera.