Shalom..., Selamat Datang di GBI House Of Grace ~ Rayon 3

Renungan

TUNTUNAN ROH KUDUS

Pernahkah dalam hidup dan pelayanan kita merasa sulit dalam mengambil keputusan? Ada jalan yang bercabang dua atau tiga di depan kita. Kita mau mengambil keputusan ke kanan tapi ragu-ragu; mau ke kiri juga tidak yakin karena keduanya terlihat sama-sama baik. Dari keraguan itu akhirnya kita menganalisa tentang manfaat yang terbanyak dari situasi yang kita hadapi. Inipun masih dibayangi keraguan, apakah Tuhan berkenan dengan langkah kita. Apalagi jika keputusan itu menyangkut hal-hal penting yang berhubungan dengan masa depan kita.
Ketika kita keliru dalam mengambil keputusan yang kecil, maka kerugian yang ditimbulkan juga kecil. Tentunya kita pun tidak mau mengalami kerugian yang besar yang disebabkan karena pengambilan keputusan yang salah. Tanpa arahan Tuhan, pikiran manusiawi-lah yang akan mendominasi pengambilan keputusan. Ini akan berbahaya ketika menyangkut pelayanan, karena pelayanan pada hakekatnya adalah melakukan apa yang Tuhan sampaikan.

FILIPUS DI YERUSALEM
Filipus adalah salah satu dari tujuh diaken yang dipilih pada masa gereja mula-mula untuk melayani meja, melayani pembagian barang kebutuhan bagi janda-janda. Ketika itu ada masalah dalam pelayanan, karena ada banyak murid di Yerusalem. Penanganan yang tidak baik menimbulkan ketegangan sehingga rasul-rasul sampai turun tangan menangani pelayanan meja ini. Itu baik buat para rasul yang seharusnya konsentrasi kepada pelayanan Firman dan doa. “Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.” (Kis 6:5).
Dalam pelayanan tujuh diaken yang penuh iman, hikmat dan penuh Roh Kudus, maka pelayanan itu dijalankan dengan baik. Mereka adalah orang-orang bukan hanya penuh Roh Kudus, namun juga menurut pada tuntunan Roh Kudus. Filipus dan teman-teman melakukan pelayanan dengan baik, sehingga rasul-rasul dapat memusatkan pelayanan pemberitaan Injil. Hasilnya adalah Firman Tuhan makin tersebar dan jumlah murid makin bertambah di Yerusalem.

FILIPUS DI SAMARIA
Aniaya yang terjadi di Yerusalem kepada murid-murid Tuhan, mengakibatkan mereka pergi ke berbagai daerah. Filipus juga pergi dan sampai di suatu kota di Samaria. Di sana Filipus dan juga murid-murid yang lain memberitakan Injil kepada orang-orang di kota itu. “Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu.” (Kis 8:6). Orang di kota itu menerima Injil dan diselamatkan. Orang-orang yang sakit didoakan dan menjadi sembuh. Bahkan orang yang kerasukan roh jahat dipulihkan oleh kuasa Roh Kudus.
Mengapa semua itu terjadi? Karena Filipus menuruti tuntunan Roh Kudus. Dalam kondisi melarikan diri, Filipus menaati Roh Kudus untuk memberitakan Injil. Roh Kudus bekerja menginsyafkan orang-orang akan dosa, sehingga mereka bertobat. Di sana terjadi apa yang disebut revival (kebangunan rohani) karena seluruh orang yang ada di kota itu menjadi percaya kepada Tuhan. Bahkan seorang dukun yang sangat terkenal di kota itu juga bertobat dan menjadi pengikut Tuhan.

FILIPUS DI JALAN SUNYI
Di tengah kebangunan rohani yang besar, tiba-tiba Roh Kudus menuntun Filipus untuk melakukan hal yang lain. “Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: "Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza." Jalan itu jalan yang sunyi.” (Kis 8:26). Keberadaan Filipus sebagai pemimpin rohani di kota itu sangat dibutuhkan. Dia menjadi orang yang mengajar para petobat baru untuk hidup benar di hadapan Tuhan. Namun Roh Kudus menuntunnya ke tempat lain. Dan seperti biasanya, Filipus taat.
Sementara Filipus berjalan di tempat yang sunyi, kebetulan kepala perbendaharaan kerajaan Etiopia sedang lewat di sana. Dia orang yang mempercayai agama Yahudi. Pada waktu itu, dia sedang membaca kita Nabi Yesaya dan kebingungan karena tidak tahu apa artiya. Lalu kata Roh kepada Filipus: "Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!” (Kis 8:29). Filipus kembali dituntun Roh Kudus untuk mendekati kereta pejabat itu dan akhirnya memberitakan bahwa Yesus adalah Mesias. Kepala perbendaharaan itu akhirnya percaya kepada Tuhan dan dibaptis. Menurut sejarah, dia yang membawa ajaran Tuhan ke tanah Etiopia dan banyak orang di sana menjadi percaya. Taat pada tuntunan Roh Kudus itu luar biasa.

FILIPUS DI ASDOD
Ketaatan Filipus atas tuntunan Roh Kudus sungguh luar biasa. Filipus tidak mempertanyakan apakah daerah yang didatangi sepi atau ramai atau faktor-faktor lain. Ketika Roh membawanya, Filipus taat. Ketika Roh Kudus memerintahkan sesuatu, Filipus segera melakukannya. “Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.” (Kis 8:39). Filipus tidak sempat berlama-lama dengan kepala perbendaharaan yang baru percaya itu. Ia tiba-tiba dilarikan oleh Roh Kudus ke tempat lain.
Roh Kudus membawa Filipus sesuai dengan tujuan dan agenda-Nya. “Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.” (Kis 8:40). Filipus ada di daerah Asdod dan di sana ia memberitakan Injil dalam tuntunan dan pengurapan Roh Kudus sampai di Kaisarea.
Filipus merupakan orang yang hidupnya dituntun oleh Roh Kudus bagi tujuan Kerajaan Sorga. Kisah hidupnya ditulis bukan hanya untuk dibaca dan dikagumi, melainkan sebagai satu contoh bahwa Tuhan ingin murid-murid di seluruh dunia dan di sepanjang sejarah bersedia dituntun oleh Roh Kudus sehingga bisa menjadi alat Tuhan yang efektif bagi Kerajaan-Nya.
Ini juga menjadi petunjuk bahwa orang-orang biasa yang bersedia dituntun oleh Roh Kudus dapat menjadi berkat besar bagi banyak orang. Kunci dari kehidupan Filipus adalah bersedia dituntun. Kita juga dapat dipakai Tuhan dengan pola yang sama, yaitu bersedia dituntun dalam mengambil keputusan-keputusan dalam hidup ini. Keputusan yang berasal dari ketaatan kepada Roh Kudus akan menjadi kesaksian bagi banyak orang. Amin. (RD)






 

BACK..